Misi Kemanusiaan Gaza

Misi Kemanusiaan Gaza
Netanyahu: Tentara Hanya Membela Diri
Selasa, 1 Juni 2010 | 07:27 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (31/5/2010), menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa dalam penghadangan terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Namun, ia menegaskan, pasukan Israel telah bertindak untuk mempertahankan diri.

"Kami menyesal atas hilangnya nyawa," kata Netanyahu di Ottawa dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper. Namun, ia mengatakan, pasukan Israel telah bertindak untuk membela diri. Ia kemudian memberi tahu wartawan bahwa armada itu berusaha menyelundupkan roket atau senjata lain ke Gaza untuk menyerang negara Yahudi tersebut.

Penghadangan oleh pasukan Israel itu, kata dia, "Bertujuan untuk mencegah masuknya ribuan roket, misil, dan senjata lain yang dapat menghantam kota-kota kami, masyarakat atau orang." Para prajurit Israel, katanya, hanya membela diri dari pembunuhan.

"Saya memberikan dukungan penuh untuk tentara saya, prajurit dan komandan yang bertindak untuk membela negara dan melindungi kehidupan mereka," tambah Netanyahu, sebagaimana dikutip AFP.

Netanyahu memperpendek kunjungannya ke Kanada dan membatalkan perjalanannya ke Washington untuk kemudian kembali ke Israel demi mengatasi krisis itu setelah insiden tersebut menimbulkan gelombang kecaman internasional. Pemimpin Israel itu mengatakan, ia telah menelepon Presiden AS Barack Obama untuk menyampaikan bahwa ia tidak bisa berpartisipasi dalam pembicaraan di Gedung Putih yang dijadwalkan Selasa ini.

Dalam sebuah pernyataan, Obama mengatakan dia memahami keputusan Netanyahu, tetapi menekankan pentingnya untuk mempelajari semua fakta dan keadaan di sekitar peristiwa tragis yang terjadi kemarin pagi itu secepat mungkin.

Netanyahu mengatakan, pasukan komando Israel yang masuk ke kapal-kapal bantuan kemanusiaan itu hanya bermaksud untuk mencegah mereka mencapai Gaza, tetapi pasukan itu kemudian diserang oleh para aktivis pro-Palestina yang berada di atas kapal. "Mereka sengaja menyerang tentara, mereka dikerumuni, dipukul, dan ditikam, dan bahkan ada laporan tentang tembakan," katanya.

Bagaimanapun, insiden itu telah memicu badai api. Negara-negara dari penjuru dunia mengecam cara Israel menangani situasi itu.

0 { ADD KOMENTAR }:

Search