Indonesia Desak PBB Tegas Terhadap Israel

Rabu, 2 Juni 2010 11:53 WIB

Indonesia terus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mengambil langkah tegas terkait penyerangan militer Israel terhadap misi kemanusiaan armada Kapal Kebebasan atau Freedom Flotilla yang berada di perairan internasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers di teras Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu, mengatakan Indonesia juga akan terus menggalang dukungan internasional agar Israel menghentikan pembangunan pemukiman baru beserta segala bentuk agresi militer yang justru memperburuk prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Dan mendorong negara-negara lain untuk meminta Israel menghentikan segala aktivitas militer dalam arti serangan-serangan Israel dan kembali ke perundingan, yang perundingan itu utamanya adalah untuk segera memberikan kemerdekaan bagi Palestina. Ini diplomasi yang terus kita jalankan pada tingkat global," tuturnya.

Seperti yang telah disampaikan Presiden Yudhoyono kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas ketika berkunjung ke Jakarta pekan lalu, Kepala Negara menyatakan kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam perundingan bagi kemerdekaan Palestina.

Apabila perundingan perdamaian nantinya membawa prospek kemerdekaan bagi Palestina, lanjut Presiden, Indonesia pun siap mengirimkan kontingen penjaga perdamaian di bawah bendera PBB guna memastikan perdamaian di wilayah tersebut seperti yang telah dilakukan Indonesia di Lebanon hingga saat ini.

"Karena Indonesia ingin tidak hanya mengeluarkan pernyatan dan membebaskan WNI-nya yang memang mutlak harus dilakukan, tetapi juga ingin kemerdekaan bagi Palestina dan menyelesaikan konflik Timur Tengah," katanya.

Presiden dalam pernyataannya juga menyeru pemimpin dunia lain termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon agar serius menangani persoalan di Palestina termasuk aksi-aksi militer Israel yang bahkan ditujukan kepada misi kemanusiaan.

"Sebab Indonesia punya pendapat perdamaian dan keamanan di dunia sangat dipengaruhi oleh situasi politik dan keamanan di Timur Tengah, utamanya di Palestina," katanya.

Presiden berharap agar masyarakat dunia bersatu memberikan perhatian sangat serius untuk menangani masalah Palestina yang tujuannya tiada lain kemerdekaan bagi rakyat Palestina dan terwujudnya perdamaian di kawasan tersebut secara permanen.

"Barangkali banyak negara punya kepentingan terhadap situasi di sana, tapi saya menyerukan agar mengutamakan kepentingan Palestina dan perdamaian, kepentingan kemerdekaan Palestina dan menomorduakan kepentingan nasional negara-negara lain," tuturnya.

Presiden saat ini memberikan arahan langsung dalam upaya pemulangan 12 WNI tergabung dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla yang menurut rencana akan dibebaskan oleh pihak Israel serta diplomasi yang dilakukan di forum global.

Pernyataan keras pemerintah Indonesia yang mengutuk, meminta pertanggungjawaban dan menyatakan ilegal tindakan militer Israel telah dikirimkan ke markas besar PBB.

Indonesia sebagai wakil presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang berkedudukan di Jenewa juga telah mendorong dilangsungkannya "urgent debate" agar dikeluarkan resolusi PBB atas tindakan militer Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Indonesia juga aktif mendorong agar dikeluarkan pernyataan keras terhadap Israel di tingkat kawasan, seperti pernyataan bersama yang dikeluarkan ASEAN dan negara-negara Teluk atau Gulf Countries Corporation (GCC) dalam pertemuan di Singapura yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. (Ant)

0 { ADD KOMENTAR }:

Search